Skip to content
February 10, 2012 / Kholis Media

Bermula dari yang kecil dan untung tidak punya BB


Cerita Pendek Pertama : BERMULA DARI YANG KECIL

Andrew melamar pekerjaan sebagai pegawai bagian penjualan di sebuah Toko Serba Ada yang sangat besar. Ketika tes wawancara, Pak Bjo, kepala bagian penjualan, sedang banyak pekerjaan sehingga tidak ingin berlama-lama wawancara.

“Kamu masuk saja besok dan kita lihat ketrampilanmu dalam menjual barang”, kata Bjo. Keesokan harinya waktu berlalu sangat lambat bagi Andrew. Ketika jam kerjanya berakhir, dengan semangat dia pergi menemui bosnya di ruangan kantornya.

Bagaimana?. Kamu berhasil menjual barang kepada berapa orang”, tanya Pak Bjo.

“Satu”, jawab Andrew.

“Satu…???. Semua pegawai di sini biasa menjual kepada 10-20 orang. Berapa nilai transaksinya?”

“Dua setengah milyar rupiah”, jawab Andrew.

“Hah, bagaimana mungkin?” tanya Pak Bjo.

“Seorang lelaki setengah baya masuk, kemudian saya menawarinya mata kail. Dia membeli ketiga macam ukuran; kecil, medium dan besar, karena itu dia membutuhkan tiga kail juga. Ketika saya tanya mau ke mana mancingnya, dia bilang di laut, berarti dia butuh perahu boat. Saya bawa dia ke bagian penjualan perahu dan dia memilih boat besar dengan dua mesin. Dia berkata bahwa mobilnya tak akan mampu membawa boat tersebut ke pantai. Jadi saya bawa dia ke bagian penjualan mobil dan dia membeli Deluxe Cruiser model terbaru”.

“Gila!. Kamu menjual semua itu kepada orang yang mulanya hanya ingin membeli mata kail?”

“Nggak juga sih, Bos. Pada awalnya dia mau beli pembalut wanita buat istrinya. Lalu saya bilang, “Malam Minggu Anda pasti menyebalkan, kenapa enggak pergi memancing saja?’”

Cerita Pendek Kedua : UNTUNG NGGAK PUNYA BB

Seorang lelaki melamar pekerjaan sbg “office boy”di Istana Negara.

Staf Istana mewawancarai dia dan membersihkan lantai sebagai tesnya.

“Kamu diterima,” katanya,
“Berikan PIN BB dan saya akan kirim form utk diisi & pemberitahuan kapan kamu mulai kerja.”

Lelaki itu menjawab,”Tapi saya tdk punya blackberry, apalagi PIN BB.”

“Maaf,” kata staf Istana,
“Kalau kamu tidak punya BB, berarti kamu tidak bisa diterima bekerja.”

Lelaki itu pergi dgn harapan kosong. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan hanya dengan Rp.100.000 di dalam kantongnya.

Lalu dia memutuskan pergi ke Pasar & membeli 10kg tomat. Ia menjual tomat itu dr rumah ke rumah. Kurang dari 2 jam, dia berhasil melipat gandakan modalnya. Dia melakukan kerjanya tiga kali, dan pulang dgn membawa Rp.300.000. Dia pun sadar bahwa dia bisa bertahan hidup dengan cara ini.

Ia mulai pergi bekerja lebih pagi dan pulang larut. Uangnya menjadi lebih banyak 2x sampai 3x lipat tiap hari. Dia pun membeli gerobak, lalu truk, & akhirnya memiliki armada kendaraan sendiri.

5 thn kemudian, lelaki itu sdh menjadi salah satu pengusaha makanan terbesar. Ia mulai merencanakan masa dpn keluarga, & memutuskan utk memiliki asuransi jiwa.

Ia menghubungi broker asuransi, Sang brokerpun menanyakan PIN BB. Lelaki itu menjawab, “Saya tidak punya BB.”

Sang broker bertanya dengan penasaran, “Anda tidak punya BB, tapi sukses membangun sebuah usaha besar. Bisakah Anda bayangkan, sudah jadi apa Anda kalau punya BB?!”

Lelaki itu menjwb, “Saya akan jadi office boy di Istana Negara!!
————————–
Pesan Moral:

BB dan alat2 komunikasi canggih lainnya bukanlah solusi hidup Anda, kalau Anda tidak punya BB, lalu bekerja keras, Anda bisa jadi milyuner.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: